Jum'at, 18 September 2009
Sejumlah warga penggarap di Kp. Cikeong, Ds. Buniwangi Kec. Palabuhanratu berencana akan menggarap lagi tanah yang dipakai sirkuit offroad di Gunung Manangel. Rencana penguasaan lagi lahan garapan itu, menyusul para penggarap mengajukan protes kepada pemda termasuk pengelola sirkuit offroad karena pembayaran uang pengganti tegakan pohonnya relatif murah hanya Rp 100 per meterpersegi. Terlebih uang ganti rugi bukan diberikan oleh pemda selaku pemilik lahan, melainkan oleh para pengelola sirkuit offroad.
Mereka berencana akan menggarap lagi lahan yang dipakai sirkuit offroad tersebut, setelah dipakai kegiatan offroad dalam memeriahkan HUT Kab. Sukabumi, Oktober nanti,ungkap Hudri (45) salah seorang penggarap yang juga salah seorang tokoh pemuda di Ds. Buniwangi ketika ditemui di Kp. Cikeong, Palabuhanratu.
Menurut dia,rencana menggarap lagi tanah garapan itu, sudah disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kab. Sukabumi. DPU menyetujui rencana warga penggarap tersebut. Namun, DPU meminta supaya sirkuit itu bisa digunakan dulu untuk kegiatan offroad dalam memeriahkan hari jadi Kab. Sukabumi, Oktober nanti.
Seandainya sirkuit itu akan terus digunakan, harus ada persetujuan dari Dinas Kepariwisataan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disparbudpora). Meski demikian, keputusan mereka sampai saat ini sirkuit itu hanya digunakan setelah hari jadi Kab. Sukabumi. Setelah itu, mereka akan menggarap lagi lahannya, ungkap Hudri saat ditemui.
Readmore »
Sejumlah warga penggarap di Kp. Cikeong, Ds. Buniwangi Kec. Palabuhanratu berencana akan menggarap lagi tanah yang dipakai sirkuit offroad di Gunung Manangel. Rencana penguasaan lagi lahan garapan itu, menyusul para penggarap mengajukan protes kepada pemda termasuk pengelola sirkuit offroad karena pembayaran uang pengganti tegakan pohonnya relatif murah hanya Rp 100 per meterpersegi. Terlebih uang ganti rugi bukan diberikan oleh pemda selaku pemilik lahan, melainkan oleh para pengelola sirkuit offroad.
Mereka berencana akan menggarap lagi lahan yang dipakai sirkuit offroad tersebut, setelah dipakai kegiatan offroad dalam memeriahkan HUT Kab. Sukabumi, Oktober nanti,ungkap Hudri (45) salah seorang penggarap yang juga salah seorang tokoh pemuda di Ds. Buniwangi ketika ditemui di Kp. Cikeong, Palabuhanratu.
Menurut dia,rencana menggarap lagi tanah garapan itu, sudah disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kab. Sukabumi. DPU menyetujui rencana warga penggarap tersebut. Namun, DPU meminta supaya sirkuit itu bisa digunakan dulu untuk kegiatan offroad dalam memeriahkan hari jadi Kab. Sukabumi, Oktober nanti.
Seandainya sirkuit itu akan terus digunakan, harus ada persetujuan dari Dinas Kepariwisataan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disparbudpora). Meski demikian, keputusan mereka sampai saat ini sirkuit itu hanya digunakan setelah hari jadi Kab. Sukabumi. Setelah itu, mereka akan menggarap lagi lahannya, ungkap Hudri saat ditemui.


